Kisah Pribadi Corak Indonesia

MARISSA ANITA

Jujur saya tidak paham dengan aturan-aturan yang beberapa tahun terakhir muncul di Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, dimana rekan-rekan Muslim tidak diperbolehkan mengucapkan selamat natal bagi rekan-rekan nasrani dan sejumlah aturan-aturan lain yang ditempelkan pada isu agama.

Saya tidak paham dengan berbagai aturan yang mengkotak-kotakkan kita manusia Indonesia yang selama ini satu karena saling menghormati dan menerima dengan lapang dada perbedaan yang ada sejak Indonesia terbentuk. Indonesia, terdiri dari ribuan pulau dan ratusan bahasa ini, bisa tetap satu dan kokoh karena prinsip ‘berbeda-beda tapi tetap satu’.

Saya lahir dari seorang ibu yang Muslim berdarah Padang; ayah yang Katolik berdarah Jawa Cina, kakak saya Katolik dan adik saya Kristen Protestan; keluarga besar, kolega atau teman ada yang  Buddha, Hindhu, memeluk kepercayaan lainnya atau tidak memeluk kepercayaan tertentu, dan semua ini ada di sekitar saya sejak kecil, jaman sekolah hingga sekarang. Maka itu saya tidak pernah paham ketika muncul aturan-aturan baru yang tidak sesuai dengan…

View original post 443 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s